2 Tahun Kolabor2asi dan 1 Tahun Integrasi, Transjakarta Tampilkan Halte Tosari Baru

Ubah Tampilan dan Bentuk Budaya Mandiri Menggunakan Transportasi Umum

Perusahaan transportasi kebanggaan warga DKI, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) hari ini secara resmi mulai mengoperasikan halte Tosari dengan kapasitas daya tampung dua kali lebih besar dari halte lama dan tampilan desain baru yang dilengkapi dengan petunjuk digital, mesin penjual tiket otomatis, mushola dan toilet.

Hal ini dikemukakan oleh Direktur Utama Transjakarta, Agung Wicaksono pada saat jumpa pers di Halte Tosari Baru, “Transjakarta sudah memulai layanan 4.0 sejak pertengahan tahun ini. Satu persatu berbagai layanan kami kembangkan dan digitalisasikan, dengan tujuan untuk memantaskan diri agar sejajar dengan negara maju lainnya. Selain mensejajarkan diri pada sistem digitalisasi, kami juga ingin mensejajarkan budaya mandiri dalam menggunakan transportasi umum seperti halnya di Singapura dan Eropa.” Ujarnya.

Halte Tosari yang baru ini berjarak 100 m dari halte tosari lama, berdimensi lebih panjang dan lebih futuristik. Hal ini diterapkan untuk menampung jumlah pelanggan lebih banyak dan memastikan fitur lain seperti ramah disabilitas, kelengkapan petunjuk, kenyamanan pelanggan pada saat menunggu hingga adanya mushola di halte ini.

Ukuran halte Tosari Baru lebih besar dua kali lipat dari halte tosari lama dimana luas halte sebelumnya 169 meter persegi dan yang baru menjadi 307.2 meter persegi. Dengan ditambahnya volume ukuran halte, ekspektasi kami halte ini dapat menampung hingga dua kali pelanggan dari halte sebelumnya.

“Apabila halte lama mampu menampung hingga 200 an pelanggan, halte baru ini diperkirakan dapat menampung 500 an pelanggan. Demikian pula dengan bus, kini dapat menampung sekaligus 6 bus dengan 18 dermaga.”

Budaya mandiri dan membiasakan eksplorasi.

“Halte Tosari ini adalah halte terintegrasi yang ke-3 yang terselesaikan dalam tahun ini setelah Bundaran HI dengan MRT dan Pemuda Rawamangun dengan LRT”

Setelah Halte, tampilan yang ditingkatkan Transjakarta adalah berbagai petunjuk dalam bus. Utamanya adalah petuntuk rute perjalanan di dalam bus. Pemasangan petunjuk ini sudah kami siapkan dan akan mulai diujicobakan pada minggu depan (6 November 2019) pada bus Transjakarta koridor 1 (Blok M – Kota).

“Bagi pelanggan Transjakarta yang sudah mengerti cara menggunakan bus kami, penempatan ini akan menambah kelengkapan dan estetika, bagi pelanggan yang baru mau coba atau baru menggunakan layanan kami, ini akan menjadi sebuah pengalaman baru yang akan menjadikan mereka lebih eksploratif dan mandiri, layaknya bertransportasi di negara maju lainya di luar negeri.” Ujar Agung.

Petugas TiJe akan berfokus pada halte untuk mengatur laju antrian dan keamanan. Untuk bus, akan tersedia petugas khusus yang akan berkeliling di setiap bus untuk mengecek keadaan, memastikan keamanan dan keselamatan sekaligus menginformasikan halte tujuan selanjutnya dan Gedung atau lokasi lokasi terdekat dengan halte, sehingga perlahan pelanggan hafal akan informasi perjalanan diri dan sekelilingnya.

Bagian dari pelayanan 4.0 adalah penguasaan pelanggan akan diri dan perjalanannya dan bukan lagi dipandu prinsip. Dengan konsep ini maka pelanggan tidak perlu bertanya lagi, namun tinggal membaca peta jalan.

Hal ini akan meningkatkan daya ingat dan daya eksplorasi pelanggan transportasi publik, yang pada akhirnya dengan ekslporasi terbentuklah pengalaman dan kemandirian.

“Setelah ujicoba, kami akan evaluasi penerapan budaya baru ini, dengan harapan tentunya kesejajaran pengguna transportasi publik di Jakarta akan segera sama dengan pengguna transportasi publik di negara negara maju lainya, minimal seperti Singapura dan Eropa.”