Transjakarta Siapkan Landasan Sustainable Transportation untuk 10 Tahun Ke Depan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dianugerahi penghargaan Honorable Mention atas keberhasilannya dalam mengembangkan platform transportasi yang berkesinambungan, khususnya Bus Rapid Transit (BRT), Transjakarta. Dalam hal ini, Jakarta dinilai berhasil mengembangkan BRT atas dobrakan Gubernur Sutiyoso hingga integrasi antar moda Gubernur Anies Rasyid Baswedan yang kini telah memainkan peran signifikan dalam keseharian transportasi masyarakat ibu kota.

Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI, PT Transportasi Jakarta tentunya akan terus mendukung Pemprov DKI dalam memajukan Jakarta, khususnya di bidang transportasi. Dalam hal ini, Transjakarta bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus berupaya memberikan pelayanan terbaik tidak hanya dari sisi pelayanan, sarana dan prasana saja tetapi dari berbagai aspek lainnya.

Peningkatan pelayanan ditujukan agar pencapaian yang sudah diperoleh Pemprov DKI ini terus berkelanjutan dengan baik ke depannya. Tidak tanggung-tanggung sebagai bentuk dukungan, Transjakarta hingga 10 tahun ke depan akan membuat sistem transportasi di Jakarta khususnya BRT menjadi transportasi yang tidak hanya terintegrasi, ramah lingkungan dan unggul dalam bidang lainnya.

“Strategi keberlanjutan perseroan yang dicanangkan meliputi berbagai aspek dan harus terlaksana. Pertama mata rantai sistim transportasi berbasis jalan ramah lingkungan – diawali dengan bus listrik yang akan beroperasi segera, Kedua pengusahaan pembiayaan agar dapat melapisi PSO, diantaranya peningkatan pemanfaatan asset seperti Non Fare Box (NFB), yang sudah di dalam pipeline, dan berbagai inovasi lain agar perseroan tetap relevan di hati pelanggan.” kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono di Jakarta.

Selain upaya-upaya di atas, upaya ketiga yang mutlak dijalankan agar perseroan tetap dapat hadir melayani secara berkelanjutan adalah transformasi yang harus diwujudkan dan menjadi tantangan perseroan selanjutnya ialah bagaimana membentuk budaya mandiri dalam bertransportasi. Dalam hal ini, secara perlahan Transjakarta mulai melakukan perubahan dengan menerapkan sistem wayfinding dan alat Tap On Bus (TOB) yang sudah diberlakukan dan terus disosialisasikan hingga saat ini agar layanan Transjakarta menjadi setara dengan negara maju lainnya.

“Dengan begini kami, Transjakarta optimis bisa beriringan mengajak masyarakat beralih dari kendaraan umum ke transportasi publik. Ini seiring dengan cita-cita Pemprov DKI untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota 4.0,” kata Agung.

Agung melanjutkan di usia ke-16 tahun ini Transjakarta terus memberikan prestasi yang membanggakan, khususnya dalam hal kenaikan pelanggan. Pada dua tahun terakhir, yakni tahun 2019, TransJakarta tercatat melayani 264,6 juta pelanggan. Angka ini meningkat sebanyak 40 persen dibanding tahun sebelumnya yang mengangkut sebanyak 188,9 Juta pelanggan.

“Pada tahun 2019 kami mengangkut sebanyak 264,6 juta pelanggan rekor tertinggi dalam sejarah dan ini tentunya angka yang luar biasa untuk Transjakarta. Data menunjukan bahwa warga DKI sangat antusias menyambut baik pelayanan Transjakarta,” terang Agung.

Selain dalam hal kenaikan penumpang, Transjakarta dinilai berhasil dalam menintegrasikan sistem BRT dengan mikrobus (angkot) dalam program unggulan Pemprov DKI Jak Lingko dan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang menjadi indikator keberhasilan meraih anugerah _Honorable Mention_Sampai hari ini disebutkan Agung setidaknya ada sebanyak 247 rute yang dimiliki.

Sementara itu, tercatat 1.638 unit Mikrotrans yang telah bergabung dengan program Jak Lingko di tahun 2019 terjadi peningkatan sekitae 267 persen dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, angkutan First Mile dan _Last Mile _Mikrotrans ini sebelumnya di 2017 tahun pertama kali program ini diluncurkan beroperasi dengan 445 Unit.

Untuk selanjutnya sebagai landasan 10 tahun ke depan menuju Layanan 5.0 Transjakarta tahun ini mulai mengembangkan pembayaran digital diluar TOB seperti QR code. Hal ini untuk memastikan berbagai kolaborasi dapat terwujud.

 

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta)